Ceveku
Kembali ke Blog
Tips Karier

Skill yang Harus Dicantumkan di CV dan Cara Menuliskannya

Pelajari skill yang harus ada di CV, perbedaan hard skill dan soft skill, contoh skill CV berbagai bidang, serta cara menulis skill agar ATS-friendly.

31 Agustus 20265 menit
Skill yang Harus Dicantumkan di CV dan Cara Menuliskannya

Saat membuat CV, banyak pencari kerja masih menganggap semakin banyak kemampuan yang dicantumkan, semakin menarik CV tersebut. Padahal, recruiter tidak membutuhkan daftar panjang yang berisi semua hal yang pernah Anda pelajari. Yang lebih penting adalah skill di CV relevan dengan posisi yang dilamar, sesuai dengan kebutuhan perusahaan, dan dapat dibuktikan melalui pengalaman.

Skill yang tepat juga membantu CV lebih mudah dipindai recruiter dan sistem Applicant Tracking System (ATS). Karena itu, Anda perlu mengetahui skill yang harus ada di CV, cara memilihnya berdasarkan lowongan, serta cara menuliskannya agar tidak sekadar menjadi kumpulan keyword.

Artikel ini membahas perbedaan hard skill dan soft skill, contoh skill CV untuk berbagai bidang pekerjaan, hingga cara membuat bagian skill yang lebih meyakinkan dan ATS-friendly.

Apa Itu Skill di CV?

Skill di CV adalah kemampuan, pengetahuan, atau kompetensi yang relevan dengan pekerjaan dan dapat mendukung Anda dalam menjalankan tanggung jawab pada posisi tertentu.

Skill dapat berasal dari:

  • Pendidikan formal
  • Pengalaman kerja
  • Magang
  • Organisasi
  • Proyek pribadi
  • Freelance
  • Kursus atau sertifikasi
  • Kegiatan sukarela

Misalnya, seorang fresh graduate yang melamar posisi digital marketing tidak harus memiliki pengalaman kerja bertahun-tahun. Ia dapat mencantumkan kemampuan seperti social media management, content creation, Google Analytics, copywriting, atau basic SEO jika memang pernah mempraktikkannya dalam proyek, organisasi, magang, atau kuliah.

Dengan demikian, bagian skill bukan tempat untuk menuliskan semua kemampuan yang Anda miliki. Pilih kemampuan yang paling relevan dengan pekerjaan yang dituju.


Hard Skill dan Soft Skill: Apa Bedanya?

Salah satu hal penting ketika menentukan skill yang harus ada di CV adalah memahami perbedaan hard skill dan soft skill.

1. Hard Skill

Hard skill adalah kemampuan teknis yang dapat dipelajari, dilatih, dan relatif mudah dinilai atau diuji.

Contohnya:

  • Microsoft Excel
  • SQL
  • Python
  • Adobe Photoshop
  • AutoCAD
  • Data analysis
  • SEO
  • Financial reporting
  • Accounting
  • Copywriting
  • Video editing

Hard skill biasanya berkaitan langsung dengan tugas pekerjaan. Karena itu, kemampuan teknis sering menjadi bagian penting dari persyaratan lowongan.

Contohnya, jika perusahaan mencari staf finance dan mencantumkan kemampuan Excel, accounting, dan financial reporting, kandidat yang memiliki pengalaman menggunakan kemampuan tersebut sebaiknya mencantumkannya di CV.

2. Soft Skill

Soft skill adalah kemampuan yang berkaitan dengan cara seseorang bekerja, berkomunikasi, berkolaborasi, dan menyelesaikan masalah.

Contohnya:

  • Komunikasi
  • Problem solving
  • Time management
  • Teamwork
  • Adaptability
  • Leadership
  • Critical thinking
  • Attention to detail

Soft skill juga penting, tetapi sebaiknya tidak hanya ditulis sebagai klaim.

Misalnya, daripada hanya menulis:

Communication
Leadership
Teamwork

Anda dapat membuktikannya melalui pengalaman:

Memimpin tim beranggotakan 5 orang dalam proyek kampus dan menyelesaikan proyek 1 minggu sebelum deadline.

Dengan cara ini, recruiter mendapatkan konteks mengenai kemampuan yang Anda klaim.


Cara Memilih Skill di CV yang Tepat

Tidak ada daftar skill di CV yang berlaku untuk semua pekerjaan. Skill yang ideal bergantung pada posisi, perusahaan, pengalaman, dan level karier.

1. Sesuaikan dengan Posisi yang Dilamar

Mulailah dengan pertanyaan sederhana: skill apa yang benar-benar dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan ini?

Contohnya:

Digital Marketing: SEO, Google Ads, social media management, content marketing.

Finance: accounting, financial reporting, Excel, budgeting.

Graphic Designer: Adobe Photoshop, Illustrator, typography, layout design.

Jangan menggunakan satu CV dengan daftar skill yang sama untuk seluruh posisi jika pekerjaan yang dilamar berbeda jauh.

2. Baca Job Description

Job description adalah salah satu sumber terbaik untuk menentukan kemampuan yang perlu dicantumkan.

Perhatikan bagian:

  • Requirements
  • Qualifications
  • Skills
  • Responsibilities
  • Preferred qualifications

Misalnya lowongan mencantumkan:

Mengelola akun media sosial, membuat content plan, melakukan analisis performa, dan menggunakan Meta Ads.

Maka skill yang relevan antara lain:

  • Social media management
  • Content planning
  • Social media analytics
  • Meta Ads

Jika Anda memiliki kemampuan tersebut, gunakan istilah yang selaras dengan job description. Ini juga membantu skill ATS karena sistem dapat mencocokkan istilah yang relevan dengan persyaratan lowongan.

Namun, jangan memasukkan keyword hanya agar CV terlihat cocok. Pastikan kemampuan tersebut memang Anda kuasai.

3. Sesuaikan dengan Pengalaman

Skill sebaiknya memiliki hubungan dengan pengalaman yang tercantum dalam CV.

Misalnya Anda menulis:

Data Analysis

Recruiter mungkin bertanya: Digunakan untuk apa? Sejauh apa kemampuannya?

Anda dapat memberikan bukti melalui pengalaman:

Menganalisis data penjualan bulanan menggunakan Microsoft Excel dan membuat dashboard untuk memantau tren penjualan.

Dengan demikian, skill menjadi lebih kredibel.

4. Sesuaikan dengan Level Karier

Skill untuk fresh graduate tentu berbeda dengan skill untuk manager atau senior specialist.

Fresh graduate

Fokus pada:

  • Technical skill yang dikuasai
  • Tools/software
  • Skill dari magang
  • Proyek kuliah
  • Organisasi
  • Sertifikasi

Junior atau entry-level

Mulai prioritaskan skill yang diperoleh dari pengalaman kerja dan pencapaian nyata.

Mid-level

Tekankan kombinasi kemampuan teknis, problem solving, project management, dan kemampuan lintas fungsi.

Senior atau manager

Selain technical skill, kemampuan seperti:

  • Leadership
  • Strategic planning
  • Stakeholder management
  • Team management
  • Decision making

dapat menjadi lebih penting.


Contoh Skill CV Berdasarkan Bidang Pekerjaan

Berikut beberapa contoh skill CV yang dapat dijadikan referensi. Pilih hanya yang sesuai dengan kemampuan dan posisi Anda.

1. Marketing

Contoh hard skill:

  • Digital marketing
  • SEO
  • SEM
  • Google Ads
  • Meta Ads
  • Content marketing
  • Social media management
  • Google Analytics
  • Email marketing
  • Marketing analytics

Soft skill:

  • Communication
  • Creativity
  • Analytical thinking
  • Presentation
  • Project management

Contoh penulisan yang lebih kuat:

Digital Marketing: SEO, content planning, Meta Ads, Google Analytics, social media analytics.

2. Finance

Contoh hard skill:

  • Financial reporting
  • Accounting
  • Budgeting
  • Financial analysis
  • Microsoft Excel
  • Accounts payable/receivable
  • Tax administration
  • Reconciliation
  • SAP atau software accounting

Soft skill:

  • Attention to detail
  • Analytical thinking
  • Problem solving
  • Time management

Untuk posisi finance, kemampuan seperti Excel sebaiknya dapat dijelaskan lebih spesifik. Misalnya:

Microsoft Excel: PivotTable, VLOOKUP/XLOOKUP, SUMIFS, data cleaning, dan reporting.

3. IT

Contoh hard skill:

  • Python
  • Java
  • JavaScript
  • SQL
  • HTML/CSS
  • Git
  • REST API
  • Cloud computing
  • Database management
  • Troubleshooting

Soft skill:

  • Problem solving
  • Logical thinking
  • Collaboration
  • Adaptability

Jangan menulis hanya “programming”. Jika memungkinkan, sebutkan teknologi yang benar-benar digunakan.

4. Design

Contoh hard skill:

  • Adobe Photoshop
  • Adobe Illustrator
  • Figma
  • UI design
  • UX design
  • Typography
  • Layout
  • Branding
  • Prototyping
  • Design system

Soft skill:

  • Creativity
  • Attention to detail
  • Communication
  • Collaboration
  • Receiving feedback

Untuk designer, portfolio biasanya menjadi bukti penting. Karena itu, skill sebaiknya selaras dengan proyek yang ada di portfolio.

5. Administrasi

Contoh hard skill:

  • Microsoft Office
  • Microsoft Excel
  • Data entry
  • Document management
  • Filing
  • Administrative reporting
  • Scheduling
  • Google Workspace

Soft skill:

  • Organization
  • Attention to detail
  • Time management
  • Communication
  • Multitasking

Hindari klaim seperti “multitasking expert” tanpa bukti. Lebih baik tunjukkan pengalaman mengelola beberapa pekerjaan administratif sekaligus.

6. Sales

Contoh hard skill:

  • Sales negotiation
  • Lead generation
  • CRM
  • Prospecting
  • Sales reporting
  • Account management
  • Customer relationship management
  • Sales forecasting

Soft skill:

  • Communication
  • Negotiation
  • Persuasion
  • Relationship building
  • Resilience

Jika memiliki pencapaian, masukkan pada pengalaman kerja. Misalnya:

Meningkatkan pencapaian penjualan sebesar 20% dalam 6 bulan melalui pengembangan database prospek dan follow-up terstruktur.

7. Customer Service

Contoh hard skill:

  • Customer relationship management
  • CRM software
  • Complaint handling
  • Ticketing system
  • Customer support
  • Call handling

Soft skill:

  • Empathy
  • Active listening
  • Communication
  • Patience
  • Problem solving

Customer service membutuhkan kemampuan komunikasi, tetapi akan lebih kuat jika Anda menunjukkan hasil atau situasi ketika skill tersebut digunakan.

8. Engineering

Contoh hard skill:

  • AutoCAD
  • SolidWorks
  • MATLAB
  • Engineering drawing
  • Project management
  • Quality control
  • Technical analysis
  • Maintenance
  • Safety procedures

Soft skill:

  • Problem solving
  • Analytical thinking
  • Teamwork
  • Attention to detail
  • Project coordination

Pilih software dan metode engineering yang benar-benar sesuai dengan bidang Anda.


Cara Menulis Skill agar Tidak Menjadi Keyword Kosong

Kesalahan umum dalam menulis skill di CV adalah membuat daftar panjang seperti:

Leadership, communication, teamwork, creativity, problem solving, Microsoft Office, analytical thinking, adaptability, time management, critical thinking...

Masalahnya bukan hanya terlalu panjang. Daftar tersebut tidak memberi tahu recruiter seberapa baik Anda menguasainya dan dalam konteks apa kemampuan itu digunakan.

Gunakan prinsip skill + bukti.

Misalnya:

Kurang kuat:

Microsoft Excel

Lebih spesifik:

Microsoft Excel — PivotTable, XLOOKUP, SUMIFS, data cleaning, dan reporting.

Kemudian dukung dengan pengalaman:

Mengolah 1.000+ data transaksi menggunakan Excel untuk membuat laporan penjualan mingguan.

Contoh lain:

Kurang kuat:

Leadership

Lebih meyakinkan:

Memimpin tim 6 orang dalam proyek kampanye digital dan mengoordinasikan pembagian tugas hingga proyek selesai sesuai deadline.

Dengan pendekatan tersebut, recruiter tidak hanya melihat keyword, tetapi juga bukti penggunaannya.


Berapa Banyak Skill yang Sebaiknya Dicantumkan?

Tidak ada angka mutlak, tetapi prinsipnya adalah relevansi lebih penting daripada kuantitas.

Untuk CV satu halaman, Anda dapat memilih sekitar 6–10 skill utama yang paling relevan dengan posisi. Jika pengalaman dan kebutuhan posisi lebih kompleks, jumlahnya dapat disesuaikan.

Prioritaskan:

  1. Skill yang disebut dalam job description dan benar-benar Anda kuasai.
  2. Skill teknis yang relevan.
  3. Tools atau software yang digunakan pada pekerjaan.
  4. Skill yang didukung pengalaman atau pencapaian.
  5. Soft skill yang memang terlihat dari pengalaman kerja.

Hindari memenuhi setengah halaman CV hanya dengan daftar kemampuan.


Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Menulis Skill

1. Mencantumkan Terlalu Banyak Skill

Menulis 20–30 skill tidak otomatis membuat Anda terlihat lebih kompeten. Sebaliknya, recruiter bisa kesulitan mengetahui kemampuan utama Anda.

Solusi: pilih skill yang paling relevan dengan lowongan.

2. Skill Tidak Relevan

Misalnya Anda melamar posisi software developer tetapi mencantumkan “basic photography” sebagai salah satu skill utama.

Jika kemampuan tersebut tidak berhubungan dengan pekerjaan, tidak perlu menjadi prioritas.

3. Mencantumkan Skill yang Tidak Bisa Dibuktikan

Jangan mencantumkan Python, SQL, atau Photoshop hanya karena pernah mengikuti tutorial beberapa kali.

Jika ditanya saat interview atau diberikan tes, kemampuan tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan.

4. Menggunakan Rating Bintang

Contoh:

Excel ★★★★★
Photoshop ★★★★☆
Communication ★★★★★

Rating seperti ini kurang informatif karena tidak memiliki standar yang objektif.

Lebih baik jelaskan kemampuan secara spesifik atau berikan bukti melalui pengalaman.

5. Hanya Mengandalkan Soft Skill

Soft skill penting, tetapi pernyataan seperti “pekerja keras, disiplin, kreatif, komunikatif” sangat umum.

Jika mencantumkan soft skill, hubungkan dengan pengalaman nyata.


Contoh Penempatan Skill dalam CV ATS-Friendly

CV ATS-friendly sebaiknya menggunakan struktur yang sederhana dan mudah dibaca oleh sistem maupun recruiter.

Contoh:

SKILLS

Technical Skills

  • Microsoft Excel: PivotTable, XLOOKUP, SUMIFS, reporting
  • Data Analysis: data cleaning, basic visualization
  • Google Analytics
  • SQL: basic querying

Soft Skills

  • Analytical thinking
  • Problem solving
  • Communication
  • Team collaboration

Kemudian pengalaman kerja dapat memperkuat skill tersebut:

PENGALAMAN KERJA

Marketing Intern — PT ABC
Januari 2026 – Juni 2026

  • Menganalisis performa konten menggunakan Google Analytics dan social media insights.
  • Membuat laporan mingguan menggunakan Microsoft Excel.
  • Berkolaborasi dengan tim content dan design untuk menjalankan kampanye digital.
  • Membantu meningkatkan engagement media sosial sebesar 18% selama periode magang.

Format seperti ini membuat skill tidak berdiri sendiri. Keyword yang relevan muncul secara natural di bagian Skills sekaligus Experience.

Untuk kebutuhan skill ATS, gunakan istilah yang memang digunakan perusahaan dalam job description selama istilah tersebut sesuai dengan kemampuan Anda. Hindari memasukkan keyword secara tersembunyi atau mengulanginya berlebihan.


Skill untuk CV Fresh Graduate: Apa yang Harus Ditulis?

Bagi fresh graduate, keterbatasan pengalaman kerja bukan berarti tidak memiliki skill yang bisa dicantumkan.

Anda dapat mengambil kemampuan dari:

  • Magang
  • Organisasi kampus
  • Proyek kuliah
  • Skripsi
  • Freelance
  • Bootcamp
  • Sertifikasi
  • Proyek pribadi

Misalnya seorang fresh graduate jurusan Informatika melamar junior data analyst.

Skill untuk CV fresh graduate:

  • SQL
  • Microsoft Excel
  • Python
  • Data visualization
  • Power BI
  • Analytical thinking
  • Problem solving

Kemudian berikan bukti:

Proyek Analisis Penjualan: Mengolah dataset transaksi menggunakan Python dan Excel, kemudian membuat dashboard Power BI untuk mengidentifikasi tren penjualan.

Ini jauh lebih meyakinkan daripada sekadar menuliskan daftar software.


Checklist Sebelum Memasukkan Skill ke CV

Sebelum mengirim CV, tanyakan lima hal berikut untuk setiap skill:

  • Apakah skill ini relevan dengan posisi yang saya lamar?
  • Apakah skill ini disebut atau tersirat dalam job description?
  • Apakah saya benar-benar menguasainya?
  • Apakah ada pengalaman yang bisa membuktikan skill ini?
  • Apakah skill ini lebih penting daripada skill lain yang saya cantumkan?

Jika jawabannya sebagian besar “ya”, skill tersebut layak diprioritaskan.


Kesimpulan

Menulis skill di CV bukan tentang membuat daftar kemampuan sebanyak mungkin. Tujuan utamanya adalah menunjukkan bahwa Anda memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk posisi yang dilamar.

Mulailah dengan membedakan hard skill dan soft skill, kemudian pilih kemampuan berdasarkan posisi, job description, pengalaman, dan level karier. Gunakan istilah yang relevan untuk membantu CV melewati penyaringan ATS, tetapi jangan memasukkan keyword yang tidak benar-benar Anda kuasai.

Yang paling penting, buktikan skill melalui pengalaman dan pencapaian. Skill “Excel” akan lebih meyakinkan ketika disertai contoh penggunaan PivotTable dan reporting. “Leadership” akan lebih kuat ketika didukung pengalaman memimpin tim. Dengan begitu, bagian skill menjadi representasi kemampuan Anda, bukan sekadar daftar keyword.

Jika Anda ingin membuat CV yang lebih rapi, relevan, dan siap digunakan untuk melamar pekerjaan, Anda bisa memanfaatkan Ceveku untuk membantu menyusun CV secara lebih profesional dan terarah.

FAQ

1. Berapa skill yang sebaiknya dicantumkan di CV?

Untuk CV yang ringkas, sekitar 6–10 skill yang paling relevan biasanya sudah cukup. Prioritaskan kemampuan yang sesuai dengan job description dan dapat dibuktikan melalui pengalaman.

2. Apa saja skill yang harus ada di CV fresh graduate?

Tidak ada daftar yang wajib untuk semua fresh graduate. Pilih skill teknis yang sesuai dengan posisi, software yang dikuasai, serta soft skill yang dapat dibuktikan melalui magang, organisasi, proyek kuliah, freelance, atau proyek pribadi.

3. Apakah soft skill perlu dicantumkan di CV?

Ya. Soft skill seperti komunikasi, teamwork, problem solving, dan leadership dapat relevan. Namun, sebaiknya jangan hanya membuat klaim; tunjukkan bukti penggunaannya dalam pengalaman.

4. Apa yang dimaksud skill ATS?

Skill ATS adalah kemampuan yang dituliskan menggunakan istilah relevan dengan persyaratan lowongan sehingga dapat lebih mudah dikenali oleh sistem Applicant Tracking System. Gunakan keyword secara natural dan hanya untuk kemampuan yang benar-benar Anda miliki.

5. Apakah Microsoft Office bisa menjadi skill di CV?

Bisa, tetapi sebaiknya lebih spesifik. Daripada hanya menulis “Microsoft Office”, Anda dapat menulis “Microsoft Excel — PivotTable, XLOOKUP, SUMIFS, dan reporting” jika memang menguasainya.

6. Apakah skill harus diberi rating atau level?

Tidak wajib. Rating bintang sering kali subjektif. Lebih baik jelaskan kemampuan secara spesifik dan tunjukkan penggunaannya melalui pengalaman atau proyek.